Tag Archives: anak

Memahami Anak dari Tutur Katanya (Bagian I)

Ketika sang buah hati Anda berusia 10 tahun atau lebih, dari cara anak bertutur kata, sebenarnya Anda dapat mengenali sifat dan karakternya (kepribadian) sang Anak untuk mengetahui gaya komunikasinya, setiap anak tentu memiliki elemen keunikannya masing-masing yang kesemuanya tak luput dari maha karya Sang Pencipta sebagai Sang Arsitek Agung.

Oleh karenanya, untuk mempermudah dalam memilah seperti apakah kepribadian buah hati Anda, kami merangkumnya ke dalam 9 (sembilan) kategori, masing-masing memiliki keunikan tersendiri :):

  1. Anak yang Senang Ketelitian atau Hal-hal Spesifik / Perfeksionis
  2. Anak yang Senang Membantu / Baik Hati
  3. Anak yang Senang Tampil
  4. Anak yang Senang Menggunakan Daya Imajinasi dan Intuisi / Romantis
  5. Anak yang Senang Menganalisa
  6. Anak yang Senang Berpikir kritis
  7. Anak yang Senang Menghibur / Periang
  8. Anak yang Senang Memimpin
  9. Anak yang Senang Ketenangan / Cinta Damai
*Sembilan kategori diatas mengacu dan terinspirasi oleh metode Enneagram.

t1“Si Cerdas Cermat”

  1. Anak yang Senang Ketelitian/Perfeksionis

Anak yang Perfeksionis suka mengkritik dirinya sendiri. Hal ini Ia lakukan untuk mengantisipasi kritikan orang lain terhadap dirinya terlebih dahulu (baik itu orang tua, kakak/adik, saudara, teman atau siapapun). Sesungguhnya Ia tidak terlalu suka dikritik, hal itu membuatnya merasa melakukan kesalahan padahal Ia ingin melakukan segalanya dengan benar.

Kemampuannya dalam mengkritik dan memberi penilaian bahkan terhadap dirinya sendiri membuatnya mampu bersikap “lebih dewasa” dari anak seusianya, Ia senang berpikir akurat dan mampu menempatkan (dengan membayangkan) dirinya sudah seperti layaknya seorang yang dewasa. Oleh karenanya Ia dapat mengeluarkan kata-kata yang saklek atau “straight to the point”  karena ketajaman pola pikirnya itu.

Ketika Ia mengktirik dirinya, Ia berusaha keras menekan emosi negatifnya agar mampu memenuhi harapan orang tua dan guru-gurunya.

Anak yang Perfeksionis sangat menyukai pujian atas usahanya dan arahan bagaimana Ia bisa menjadi lebih baik dari sebelumnya dan lebih terbuka/komunikatf untuk mengeskpresikan perasaannya akan hal yang Ia sukai dan tidak Ia sukai.

t2“Si Malaikat Baik Hati”

  1. Anak yang Senang Membantu

Sedikit mirip dengan Anak yang Perfeksionis dalam hal kritikan. Anak yang Baik Hati pun amat sangat sensitif terhadap penolakan dan kritik. Ia berusaha keras menyenangkan hati orang tuanya dengan menjadi sangat membantu dan pengertian dengan menunjukkan kepatuhan. Ia bisa menjadi sangat ekspresif dan banyak bertanya… atau sangat pendiam dalam lamunannya sendiri… Anak yang cenderung pendiam dan penurut ini sebenarnya bisa jadi sedang memendam perasaan, kebutuhan atau sedang berpura-pura bahwa Ia baik-baik saja karena tidak ingin mengecewakan atau merepotkan orang lain. Hal ini Ia lakukan agar dirinya tetap disukai oleh orang-orang di sekitarnya.

Anak yang Baik hati butuh untuk merasa dimengerti dan diberikan keleluasan untuk menjadi dirinya sendiri disertai arahan yang jelas akan hal yang baik dan yang tidak baik.

t3
“Si Bintang Kelas”

  1. Anak yang Senang Tampil

Berbeda dengan Anak yang Baik Hati, Anak yang Senang Tampil justru tidak terlalu mengkhawatirkan kritikan orang lain, baginya segala kritikan adalah tantangan untuk ia menjadi lebih baik lagi. Anak yang Senang Tampil akan seringkali kita temukan senang terlibat dalam perlombaan atau bahkan membayangkan dirinya sedang berada dalam sebuah kompetisi dengan siapapun (hal ini memicu adrenalinnya!). Ia berusaha keras untuk mendapatkan penghargaan atas apa yan Ia lakukan. Ia Senang menjadi pusat perhatian, aktif di organisasi atau memiliki kesibukan tersendiri dan mampu mengemukakan pendapatnya secara blak-blakan bahkan terhadap orang dewasa karena daya kompetensinya yang tinggi.

Anak yang Senang Tampil butuh diberikan kesempatan untuk membuktikan dirinya. Berikan keleluasaan agar ia mengeksplor segala hal dan arahkan Ia untuk terbiasa berbagi dalam kebersamaan.

t42

“Si Artis Romantis”

  1. Anak yang Senang Menggunakan Daya Imajinasi dan Intuisi

Anak yang Romantis memiliki imajinasi aktif yang sangat tinggi, cenderung sangat peka/sensitif dan intuitif. Ia memiliki dunianya sendiri dan mampu memahami perasaan siapapun atau apapun di sekitarnya karena empatinya yang begitu tinggi. Walaupun demikian Anak yang Romantis seringkali merasa kesepian atau kehilangan sesuatu karena keunikannya itu, ia merasa dirinya berbeda dari anak-anak yang lain dan layak diperlakukan sedikit lebih spesial (dan hal itu terjadi secara alami). Mereka gemar mengasosiasikan diri mereka dengan orang-orang yang mereka kagumi dan dapat memberontak bila dikritik atau disalah mengerti.

Anak yang Romantis dapat sangat terbantu bila didekatkan dengan dunia seni dan seringkali diajak berdiskusi mengenai kehidupan secara luas dengan lingkungan yang beraneka ragam dan tanyakan pendapatnya, hal ini dapat menyeimbangkan toleransinya.

t5

“Si Detektif Cilik”

  1. Anak yang Senang Menganalisa

Anak yang Senang Menganalisa menghabiskan banyak waktunya sendirian, baik itu untuk membaca, mengerjakan hobi, mengoleksi sesuatu dan lain-lain. Ia sangat cerdas dan dipenuhi rasa penasaran akan hampir segala sesuatu dalam hidup ini serta memiliki pikiran yang mandiri (independen). Ia senang menggunakan logika berpikir yang netral, mempertanyakan guru-gurunya serta seringkali menampilkan wajah dingin tanpa emosi agar tak terlihat takut. Ya, seperti layaknya seorang ilmuwan yang haus pengetahuan. Namun, hal ini ia lakukan karena sebenarnya Ia sangat sensitif terhadap perasaan hatinya dan berusaha menghindari konflik pribadi. Anak yang Senang Menganalisa sangat menghargai privasi dirinya dan tak suka dikendalikan atau menurut tanpa alasan (sebab-akibat) yang jelas.

Anak yang Senang Menganalisa serupa dengan Anak yang Romantis dalam hal mempertanyakan kehidupan, luangkanlah waktu untuk Anda mengeksplor seberapa cerdasnya anak Anda. Pelajari bagaimana ia melihat dunia dari sudut pandangnya yang murni, tanyakan pendapatnya mengenai kemanusiaan dan cinta kasih. Arahkan ia untuk mulai memahami realita hidup dan bagaimana sebab-akibat berjalan. Gandeng ia untuk memperbanyak pertemanan dan berkenalan dengan berbagai macam orang dari ebrbagai kalangan, hal ini untuk memupuk kemampuannya dalam bersosialisasi.

T6b

“Si Ilmuwan Ajaib”

  1. Anak yang Senang Berpikir Kritis

Anak yang Senang Berpikir Kritis pada umumnya ramah dan mudah sekali akrab dengan orang lain, mereka dapat diandalkan bila diberikan petunjuk untuk mengerjakan sesuatu. Namun kepatuhannya bisa jadi disebabkan oleh kecemasannya akan hal-hal yang buruk, seperti ketakutan akan bahaya yang dapat terjadi, rasa tidak aman dan sebagainya (walaupun hal-hal itu sebenarnya tidak atau belum terjadi). Rasa cemas yang diikuti keraguan untuk selalu mempertanyakan kepastian dari sesuatu ini biasanya diadopsi dari orangtuanya yang memang pencemas sehingga mereka lebih nyaman menciptakan tim/kubu dengan teman atau orang tua mereka agar mereka merasa lebih terlindungi.

Anak yang Senang Berpikir Kritis butuh merasa terlindungi atau terjamin keamanannya. Berikan arahan agar Ia menjalani segala sesuatunya satu persatu dan biasakanlah terjadi dialog atau saling mendengarkan dan berbicara secara bergantian agar kemauannya yang keras melunak. Belajarlah menjadi jauh lebih tenang dan tertata saat berbicara dengan anak Anda karena Ia mengamati seluruh detil gerak-gerik baik wajah, tubuh serta kebiasaan Anda. Berhati-hatilah karena Ia adalah seorang pemerhati wahid.

 

T7b

“Si Petualang Riang”

  1. Anak yang Senang Menghibur

Anak yang Periang berorientasi pada tindakan dan gemar petualangan, ia menyukai kisah-kisah yang mengasyikkan dan penuh kebebasan, layaknya dongeng anak-anak mengenai perjalanan ke negeri ajaib dan bertemu peri dan bajak laut. Ia cenderung sangat spontan, mudah bergaul dengan orang dewasa dan tidak senang kesendirian. Anak yang Periang akan memilih untuk bersama-sama dengan orang lain ketimbang sendirian walaupun mereka segera menginginkan kebebasan (tidak terikat dengan siapapun) begitu mereka mendapatkannya.

Dalam berkomunikasi dengan Anak yang Periang, tetapkan dengan jelas tata tertib yang berlaku di rumah atau sekolah, misalnya. Jelaskan siapa yang menjadi pemegang keputusan atau pemimpin sehingga Anak yang Periang belajar untuk menyesuaikan dirinya dengan situasi dan kondisi dimana ia berada. Arahkan ia untuk berteman dengan anak-anak yang aktif seperti dirinya, berikan pelajaran secara langsung di alam yang terbuka, bawalah ia berkemah, memancing, kegiatan pramuka, mendaki gunung, dan sebagainya) sehingga ia belajar bagaimana menjadi kompak sebagai sebuah tim dan juga berdamai dengan emosi di dalam dirinya.

 

T8

“Si Bos Kecil”

  1. Anak yang Senang Memimpin

Anak yang Senang Memimpin menunjukkan sikap mandiri sejak kecil dan memiliki energi yang besar, umumnya menyukai aktivitas fisik dan bila sedang bermain bersama teman-temannya Ia mampu mempengaruhi atau memimpin teman-temannya yang lain untuk mengikutinya. Walaupun begitu, Anak yang Senang Memimpin sebenarnya mengambil kendali terlebih dahulu agar ia tidak berada di bawah kendali siapapun. Bahkan untuk menunjukkan semangat juangnya Ia dapat melawan secara verbal atau fisik apabila dihasut.

Anak yang Senang Memimpin membutuhkan kelembutan dan kepastian bahwa semuanya baik-baik saja dan tidak ada yang tersakiti ataupun mau menyakiti dirinya dan orang-orang yang Ia sayangi. Dalam berkomunikasi dengannya, bantu dirinya mengutarakan kekhawatirannya dan harapan-harapannya, arahkan Ia untuk mengatur jadwal bermain dan belajarnya dengan tertib dan tunjukkan bahwa Anda percaya pada dirinya, pada kemandiriannya dan ketepatan waktunya. Hargai kegigihannya, temani dia saat Ia kecewa atau belum berhasil mendapatkan sesuatu. Arahkan Ia untuk memahami bahwa segala hal di dalam hidup terjadi secara alami dan membutuhkan proses dan setiap orang pun terus belajar sama seperti dirinya. Sekali lagi atasi dia dengan kelembutan sehingga Ia mampu lebih mudah memaafkan.

T9

“Si Peri Pendamai”

  1. Anak yang Senang Ketenangan/Suasana Harmoni 

Sesuai namanya, Anak yang Cinta Damai menyenangi segala sesuatunya dalam damai atau ayem-ayem saja dan mereka akan melakukan apa yang dibutuhkan untuk menjaga semuanya tetap baik-baik saja, walaupun tindakan mereka itu lebih kepada bagaimana menjadikan diri mereka sendiri sebagai pihak yang tidak merugikan siapapun ketimbang maju memimpin situasi dan menyelesaikan persoalan dengan segera. Berbeda dengan keberanian yang dimiliki Anak yang Senang Memimpin yang lebih aktif secara verbal dan fisik, Anak yang Pendamai cenderung bersikap diam dan memisahkan diri bila terjadi sebuah konflik. Hal ini dikarenakan Ia merasa opini/pendapatnya tak dianggap penting (walaupun belum tentu demikian), sebenarnya perilaku ini merupakan hasil pertimbangannya yang terlalu beragam (ingat, ia ingin membela kepentingan banyak pihak dan berusaha memenuhi kebutuhan semua orang, win-win solution – Anak Pendamai juga dapat memisahkan diri bila terjadi konflik yang tak dapat Ia hadapi namun seringkali menolak menunjukkan kemarahannya).

Anak yang Pendamai seringkali bingung bagaimana mentransfer pemahamannya kepada orang di sekitarnya dan menjaganya agar terdengar tetap masuk akal. Uniknya, Anak Pendamai cenderung memiliki koneksi emosi yang sangat kuat terhadap bumi.

        Ada banyak cara untuk mengarahkan Anak yang Cinta Damai, karena ia tergolong patuh dan loyal pada aturan yang berlaku di dalam keluarga. Bila Anda mengajarinya satu hal, ia akan menekuninya bila Anda terus memberikan apresiasi. Hal yang paling efekif untuk mengembangkan kemampuan komunikasi dan sosialnya adalah dengan mengajaknya bermain di alam yang luas seperti halnya seorang Anak yang Periang serta melakukan berbagai aktivitas fisik. Ya, fisik. Ajaklah ia agar menjadi lebih spontan dan fleksibel. Tunjukkan Anda menghargai sikap patuh dan dedikasinya namun tunjukkan bahwa ia juga dapat berkontribusi, mendapatkan penghargaan atas ide-idenya dan merasakan hal-hal yang menyenangkan, selayaknya seorang anak-anak. Arahkan bahwa tidak apa-apa untuk menjadi konyol dan menjadi tak terencana untuk sesekali waktu. Biasakan Ia agar terus tertantang untuk menemukan hal-hal baru.


Perlu diketahui bahwa pengembangan sifat dan karakter anak dipengaruhi oleh apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan semenjak usia dini, termasuk perilaku orangtua dan kondisi lingkungan terdekatnya, yakni keluarga. Hal-hal inilah yang menjadi dasar penelitian di dalam Enneagram dan mempengaruhi perkembangan sang anak hingga usia remaja dan dewasa. Tentunya untuk lebih mengetahui lebih pastinya sebab-akibat yang membentuk pola komunikasi dan karakter Enneagram Sang Anak diperlukan dialog dengan orangtua Anak secara lebih mendetil.

Advertisements
Tagged , , , , , ,