Kiat #1 : Ciptakan komunikasi yang lebih baik dengan Pasangan Anda

listening

“MAKANYA, KAMU DENGERIN SAYA!!!”

Nah, pernahkan kata-kata seperti ini terucap dari Anda atau diucapkan oleh pasangan Anda? Setelah melalui beberapa argumen dan perdebatan sepele, entah itu memutuskan siapa yang mengerjakan apa, siapa yang harusnya bertanggung jawab untuk apa atau bagaimana seharusnya ini itu dilakukan… (sebelum pada akhirnya kembali mengulang ujung percakapan yang sama yang sebelumnya juga tidak terselesaikan secara tuntas)

Hal-hal seperti ini tentu membuat pikiran dan tubuh Anda lelah, seperti halnya stress harian yang seringkali dianggap lalu saja dan menjadi hal biasa oleh banyak orang yang sebenarnya hanya akan memicu terjadinya perdebatan yang lebih besar lagi ketika keduanya dalam kondisi sangat lelah dan sudah tidak mampu lagi untuk bertoleransi.

Anda perlu berhati-hati, kesalahpahaman ini sesungguhnya berawal dari penerimaan yang keliru dan terus-menerus berkelanjutan (snowball effect) yang telah mengurangi kejernihan Anda dalam menilai pasangan secara obyektif dan dikaitkan dengan hal-hal lain yang masih dalam taraf “prasangka bias” Anda pribadi atau “premature judgment”… Karenanya, sebenarnya Anda tak perlu terburu-buru dalam menilai maksud siapapun.

Ternyata, kesemua ini disebabkan oleh Sifat Egois (SELFISHNESS).

Ego pribadi, belum matangnya kedewasaan, kurangnya pengalaman karena usia muda, trauma dan masih banyak lagi hal lainnya yang akhirnya menjadi rasa takut dan ketidakjujuran diri dalam menjalani sebuah hubungan, menyebabkan ketidakmampuan untuk menjadi pendengar yang baik dan juga sebagai penyampai pesan yang baik.

Kami sadar hal ini adalah area yang sensitif di dalam karakter seseorang, untuk mengatasinya inilah langkah-langkah yang dapat Anda lakukan guna membangun komunikasi yang lebih baik; yaitu dengan memiliki Kesadaran akan Kebersamaan (BE SELFLESS + COMMON SENSE)

Singkatnya, berkenan untuk menyadari bahwa hidup ini untuk “bersama”, dalam pengertian sederhana ya.. Anda memberikan respek (Kasih) kepada orang lain sebagaimana Anda merespek (mengasihi) diri Anda sendiri.

Dimulai dari diri Anda.

Seiring hal ini dilakukan maka Anda semakin menyadari bahwa bagaimana Anda bersikap dapat dipengaruhi dan dapat mempengaruhi sikap orang lain terhadap Anda. Terutama sekali dalam kehidupan berpasangan, dibutuhkan dua orang yang sama-sama berkenan untuk melihat bagaimana menjalani kehidupan dengan cara yang selaras dan saling melengkapi secara seimbang tanpa ada konfrontasi dan keharusan. Semua permasalahan yang menjadi tantangan pun dihadapi dengan pola pikir tulus dan sederhana tanpa kerumitan yang berbelit-belit serta diselesaikan dengan segera.

“You have to be able to be who you are, and if your current self happens to be not very positive at the moment… then that person should be the one who helps you see things in a better way”.

“Anda harus menjadi diri Anda sendiri, dan bila diri pribadi Anda saat ini tidak terlalu positif… maka pasangan Anda adalah seseorang yang mampu membawa Anda menuju kebaikan dan melihat segalanya lebih baik lagi”.

Untuk mempermudah penjelasan diatas, LOVEINBALANCE merangkumnya dalam beberapa poin self-reminder berikut ini:

  • Be selfless with common sense (train your empathy)

(Hidup penuh kesadaran akan kebersamaan akan melatih rasa empati Anda)

  • There’s no need to rush and start in a relationship too early, you are more obliged to mature-up yourself – first!

(Kedewasaan mempengaruhi bagaimana Anda mampu bertanggung jawab, matangkan usia dan kedewasaan Anda terlebih dahulu)

  • 70% commitment need to be given from each person yet always put extra into it

(Pastikan Anda siap untuk menerima konsekuensi dan berkomitmen)

  • Good Communication is vital, it is important to being able to talk about your problems

(Ketulusan diatas segalanya bahkan dalam berkomunikasi)

  • There is no such thing as “I don’t have time”, you always “have time” for your loved ones

(Kebersamaan tanpa syarat)

  • If people want to be in the relationships, they stop being selfish about it

(Menjadikan kualitas kebersamaan semakin baik lagi)

  • If the word “I deserve this and that” still occurs, then probably the current relationship is not the best for you. Then again, take notice what made you think you need to “give and take” in the first place?

(Kembali ke prinsip dasar, seberapa tulus dan siapnya Anda berdua sebelum menjalani hubungan)

  • Be compassionate and always consider each other’s feelings in order for the relationships to function properly

(Diatas segalanya… jadilah Kasih dan penuh empati)

  • Resolve your challenges, resolve it as immediate as you both can

(Biasakan kejujuran dalam berkomunikasi agar Anda semakin mampu menguatkan satu sama lain)

Pertimbangkan dengan seksama beberapa poin diatas, ketika Anda mulai menjadi pendengar yang baik dan tulus bagi pasangan maka Anda mampu menyampaikan apa saja yang anda maksud dengan lebih baik lagi.

Stay blessed in a simple soulful love,

– DB & EA –

Advertisements
Tagged , , , , , , , , ,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: